Tampil Konsisten, Lionel Messi Berada di Ambang Pemecahan 3 Rekor

Megabintang Barcelona, Lionel Messi, saat ini sedang berada di ambang pemecahan rekor.

Performa konsisten pemain berjuluk La Pulga itu sukses membawa dirinya di depan pintu rekor baru yang bisa saja dia pecahkan.

Tak tanggung tanggung, Lionel Messi saat ini sudah berpeluang besar mencetak tiga rekor sekaligus untuk kariernya di dunia sepak bola.

Rekor tersebut adalah dengan menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol atau lebih dalam tujuh musim secara beruntun.

Bersanding dengan Cristiano Ronaldo, saat ini Lionel Messi sudah mencetak setidaknya 50 gol atau lebih di seluruh kompetisi yang dijalaninya sepanjang enam musim beruntun.

Lionel Messi pun bersama dengan Cristiano Ronaldo (CR7) bisa membuat rekor menjadi pemain yang mencetak 50 gol atau lebih dalam tujuh musim secara beruntun.

Rekor yang bisa dipecahkan oleh Lionel Messi yang kedua adalah menjadi pemain pertama yang mencetak 10 hattrick di Liga Champions.

Di ajang kompetisi sepak bola tertinggi di Benua Eropa itu, Lionel Messi diberitakan sudah mencetak sembilan hattrick.

Dalam urusan mencetak gol di Liga Champions, Lionel Messi masih kalah dari Cristiano Ronaldo yang mana La Pulga mencetak 112 gol sedangkan CR7 mencetak 126 gol.

Namun, untuk rekor catatan hattrick, Messi bisa melampaui Ronaldo apabila dia mampu mencatatkan 10 hattrick pertamanya di Liga Champions.

Rekor ketiga yang bisa dipecahkan oleh Messi adalah menjadi peraih trofi sepatu emaas terbanyak di pentas La Liga Spanyol.

Saat ini, Lionel Messi sudah mengoleksi sepatu emas sebanyak enam kali di La Liga dengan menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi tertinggi Spanyol itu.

Kini, Messi sudah sejajar dengan legenda Athletic Bilbao, Telmo Zarraa, yang sudah mendapatkan trofi sepatu emas sebanyak enam kali juga.

Jika mendapatkan sepatu emas untuk yang ketujuh kalinya, Messi pun bisa sejajar dengan legenda asal Jerman, Gerd Muller.

Saat ini, Lionel Messi sedang mengalami cedera betis dan tak bisa turut serta dalam pertandingan pertandingan yang dijalani Barcelona.

Maka dari itu, Lionel Messi harus rela menunggu momen upaya pemecahan rekor rekor tersebut sampai akhirnya dia kembali bermain.

Peluang Besar Kepa Arrizabalaga Geser David de Gea Sebagai Kiper Utama Spanyol

Penjaga gawang dari Chelsea yaitu Kepa Arrizabalaga memiliki peluang besar untuk menjadi pilihan utama di Timnas Spanyol.

Kepa Arrizabalaga sudah ditampilkan sebagai penjaga gawang timnas Spanyol dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Rumania hari Jumat (6/9) lalu.

Itu artinya Kepa Arrizabalaga sudah berhasil menggeser nama nama penjaga gawang lainnya, termasuk kiper Manchester United, David de Gea.

Kepa Arrizabalaga diprediksi akan mengunci posisi sebagai penjaga gawang utama tim Matador untuk laga laga berikutnya.

Seperti yang dikutip dari BolaSport.com, keberhasilan Kepa Arrizabalaga melakukan penyelamatan gemilang saat menghalau tembakan pemain Rumania yakni George Puscas sudah membuat pelatih Robert Moreno kagum.

Penyelamatan yang dilakukan oleh Kepa Arrizabalaga itu sukses membuat Spanyl mempertahankan keunggulannya dengan skor 2-1.

Padahal, kala itu Spanyol sedang berada dalam keadaan tertekan setelah gelandangnya yakni Diego Llorente dikartu merah pada menit 79.

Kepa juga sempat membuat geger media setelah terpilih sebagai starter untuk posisi penjaga gawang ketika Spanyol berhadapan dengan Swedia pada awal tahun ini.

Kepa pun sudah membela timnas Spanyol sebanyak tujuh kali dalam pertandingan internasional.

Apabila performa David de Gea tak membuat Robert Moreno kepincut, maka posisi penjaga gawang utama di tim Spanyol bisa jadi jatuh ke tangan Kepa Arrizabalaga.

Spanyol sendiri menjalani babak kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan hasil yang cukup memuaskan.

Dalam lima pertandingan yang dijalaninya, Spanyol sukses menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.

Pada matchday pertama, Spanyol sukses menggulung Norwegia pada laga yang digelar tanggal 24 Maret lalu.

Kala itu, Spanyol menang tipis dengan skor 2-1 atas Norwegia.

Setelah itu, Spanyol berhasil menggulung Malta dengan skor 2-0 pada matchday kedua.

Spanyol juga kembali mencatatkan kemenangan ketika melawan Kepulauan Faroe, bedanya Spanyol berhasil menang dengan margin skor yang lebih besar yaitu 4-1.

Kemudian, di matchday keempat dan kelima Spanyol sukses meraih kemenangan lagi ketika berhadapan dengan Swedia serta Rumania.

Saat menghadapi Swedia, Spanyol menang dengan skor 3-0 dan saat menghadapi Rumania mereka menang dengan keunggulan tipis 2-1.

Michael Owen Komentari Sikap Sadio Mane yang Marah Akibat Egoisme Mohammed Salah

Kabar tidak menyenangkan saat ini sedang menghinggapi klub asal Inggris, Liverpool.

Kabar tersebut ada kaitannya dengan hubungan antar kedua striker haus gol milik Liverpool.

Sadio Mane dikabarkan sedang tidak senang dengan sikap yang ditunjukkan oleh rekannya yakni Mohammed Salah.

Pada hari Sabtu (31/8) lalu, Sadio Mane terekam kamera sedang mengumpat dan menunjukkan ekspresi kemarahan di bangku cadangan.

Dilansir dari BolaSport.com, ekspresi marah Sadio Mane tersebut ditujukan untuk rekannya yang juga sesama pengisi posisi lini serang Liverpool tersebut.

Kabarnya, Sadio Mane terlihat marah marah karena tidak mendapat operan dari Mohammed Salah ketika Liverpool berhadapan dengan Burnley.

Mengetahui kabar soal kedua penyerang tersebut, legenda Liverpool yakni Michael Owen memberikan komentarnya.

Menurut Michael Owen, sikap yang ditungjukkan oleh Sadio Mane terhadap Mohammed Salah itu bukanlah merupakan sesuatu yang berbahaya.

Michael Owen pun menilai bahwa lini depan Liverpool masih berada dalam status aman dengan kehadiran penyerang lainnya yaitu Roberto Firmino.

Michael Owen melihat Roberto Firmino merupakan sosok penyerang yang bisa menetralkan suasana di barisan depan timnya.

Hal tersebut tak lepas dari Roberto Firmino yang dinilai Michael Owen memiliki sifat yang tidak egois.

“Ketika Anda jadi salah satu dari tiga penyerang dan mempunyai Roberto Firmino, penyerang yang paling tidak egois, ia akan memberi rasa nyaman pada semuanya,” kata Owen.

Michael Owen juga menilai bahwa Liverpool saat ini memiliki trio penyerang dengan kemampuan yang lengkap.

Michael Owen menyebutkan bahwa baik Sadio Mane maupun Mohammed Salah masih menjadi ancaman serius untuk para lawannya.

“Di lain pihak, Anda punya Mohamed Salah yang fokus untuk mencetak gol dan ingin jadi pencetak gol. Lalu, Anda mempunyai Sadio Mane, yang berada di antara mereka,” tutur Owen.

“Sadio Mane suka mencetak gol dan sangat egois ketika ia membutuhkannya, tetapi ia juga cukup bagus dalam mengumpan,” ucap Owen menambahkan.

Lebih lanjut, Michael Owen juga memberikan komentarnya terkait dengan performa dan permainan dari duet Mane-Salah saat berhadapan dengan Burnley pekan lalu.

Owen menuturkan bahwa pada saat itu Salah seharusnya mengoper bola kepada Mane.

“Saya pikir Anda memiliki keseimbangan di tim ini, tetapi bisa saja ada ledakan emosi di lain hari. Saya menyaksikan laga Burnley melawan Liverpool dari televisi dan menilai bahwa seharusnya Salah mengoper,” kata Owen.

“Mereka harus punya kesepakatan siapa yang tak egois dan siapa yang egois. Jika tidak, Anda tak akan mendapat gol.”

“Saya selalu bermain bagus dengan Emile Heskey. Ia adalah pemain yang tak egois dan saya cukup egois,” ungkap Owen lagi.

Pada laga melawan Burnley, Liverpool akhirnya menang dengan skor meyakinkan yakni 3-0.

Namun demikian, setelah laga tersebut banyak media yang masih mengabarkan soal sikap Sadio Mane di bangku cadangan tersebut.