Kegagalan Paul Pogba ke PSG Disebabkan oleh Efek Domino dari Banyak Pihak

Pada bursa transfer musim panas yang baru saja ditutup ini ternyata sudah menyingkap sebuah tabir baru yakni soal salah satu pemain Manchester United, Paul Pogba.

Paul Pogba memang menjadi bahan spekulasi oleh para media di luar negeri.

Hal tersebut tak lepas dari niatnya untuk meninggalkan Manchester United pada bursa transfer musim panas lalu.

Paul Pogba pun diberitakan sudah secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk hengkang dari tim yang bermarkas di Old Trafford itu.

Real Madrid adalah klub yang diisukan sedang mengejar tanda tangan pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut.

Paul Pogba juga dikabarkan tertarik untuk pindah ke Real Madrid karena di sana ada pelatih yang juga merupakan sesama warga negara Prancis yaitu Zinedine Zidane.

Akan tetapi, ternyata kabar tersebut hanyalah merupakan isu yang dibuat oleh beberapa media saja.

Faktanya, Paul Pogba justru secara mengejutkan diberitakan sudah selangkah lagi di depan pintu keluar Manchester United untuk membela tim asal Prancis, Paris Saint Germain.

Dikutip dari BolaSport, Paul Pogba nyaris bergabung dengaan PSG pada detik-detik akhir penutupan jendela transfer musim panas lalu.

Manchester United yang secara mengejutkan sudah menolak proposal Real Madrid ternyata menyetujui penawaran yang diajukan oleh PSG.

PSG diberitakan berencana untuk mengeluarkan biaya transfer sebesar 134 juta pounds atau sekitar Rp 2,31 triliun.

Agen Paul Pogba yaitu Mino Raiola pun dikabarkan akan terkena cipratan dari transfer tersebut yaitu dengan dana sebesar 22 juta pounds atau sekitar Rp 379 miliar.

Kabarnya, Paul Pogba bahkan sudah sepakat dengan gaji yang ditawarkan oleh PSG yaitu senilai 429 ribu pounds per pekan.

Namun demikian, Paul Pogba akhirnya gagal menuju ke Paris karena situasi domino untuk saga transfer PSG.

Gagalnya pemain PSG, Neymar, kembali ke Barcelona nyatanya secara tidak langsung membatalkan kepindahan Paul Pogba.

Sebenarnya, PSG sudah merestui Neymar pulang ke mantan klubnya yaitu Barcelona.

PSG setuju untuk melepas Neymar jika Barcelona mau membayar mahar transfer dan ditambah pemain mudanya, Ousmane Dembele.

Akan tetapi, Ousmane Dembele menolak menjadi tumbal kepulangan Neymar dan tidak ingin dirinya masuk ke dalam daftar kesepakatan pemain asal Brazil itu.

Neymar pun gagal kembali ke Barca dan Paul Pogba juga gagal menuju ke PSG pada akhirnya.

Ejekan Robbie Kane Sukses Dibalas Cristiano Ronaldo dengan Rekor Baru

Cristiano Ronaldo baru saja memecahkan rekor prestisius ketika menjalani laga internasional bersama timnas Portugal.

Cristiano Ronaldo sukses mencetak empat gol yang membawa Portugal menang secara meyakinkan atas Lithuania pada Kualifikasi Euro 2020.

Portugal sendiri mengakhiri laga melawan Lithuania tersebut dengan kemenangan telak 5-1.

Portugal sendiri sudah berhasil menggulung Lithuania dengan status sebagai tim tamu lantaran laga tersebut digelar di LFF Stadium, markas Lithuania pada hari Rabu (11/9).

Dan empat gol yang dicetak Cristiano Ronaldo tersebut sudah membawa sang megabintang Juventus itu mencetak 25 gol di ajang Kualifikasi Euro.

Catatan gol milik Cristiano Ronaldo itu sudah membuatnya memecahkan rekor milik Robbie Kane yang mencetak 23 gol bersama Irlandia.

Di balik itu semua, ada cerita menarik soal pemecahan rekor gol pada Kualifikasi Euro 2020 milik Robbie Kane itu.

Sebelum memecahkan rekor dengan mencetak empat gol, Cristiano Ronaldo ternyata sempat mendapat tantangan dari Robbie Kane.

Robbie Kane menggunakan akun Instagram pribadinya untuk memberikan tantangan kepada pemain berjuluk CR7 itu.

“Saya pikir anda sudah memecahkan cukup rekor @Cristiano.. Tinggalkan yang satu ini,” tulis Robbie Keane di Instagram Story miliknya.

Akan tetapi, mantan pemain Tottenham Hotspur itu harus menerima kenyataan bahwa rekornya sudah berhasil dipecahkan oleh Cristiano Ronaldo keesokan harinya.

Sebagai informasi tambahan, saat ini Cristiano Ronaldo sudah mengoleksi 93 gol di ajang internasional.

Catatan gol milik Cristiano Ronaldo itu saat ini menjadi raihan terbanyak kedua pesepak bola pria di kancah internasional.

Catatan pemain bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu hanya kalah dari pemain legendaris asal Iran, Ali Daei, yang sudah mencatat 109 gol saat membela tim nasionalnya.

Patut ditunggu apakah Cristiano Ronaldo mampu menjadi pemain yang mendapat predikat sebagai pencetak gol internasional terbanyak dan mengalahkan raihan Ali Daei tersebut nantinya.

Saat ini, performa Portugal di Kualifikasi Euro 2020 bisa dibilang sedang sangat stabil.

Portugal kini sedang berada di peringkat kedua pada Kualifikasi Euro 2020 dengan raihan delapan poin.

Portugal hanya kalah dari Ukraina yang kini menduduki puncak klasemen sementara Kualifikasi Euro 2020 dengan raihan 13 gol.

Terungkap, Lionel Messi Ternyata Pernah Ditawar Real Madrid

Megabintang Barcelona yakni Lionel Messi ternyata memiliki cerita menarik soal loyalitasnya bersama dengan timnya tersebut.

Dikutip dari Bolasport, Lionel Messi memiliki peluang besar suntuk meninggalkan Barcelona sejak lama.

Hal tersebut tak lepas dari fakta bahwa Lionel Messi memiliki klausul khusus yang bisa membuat dirinya pergi dari Barcelona kapanpun secara gratis.

Lionel Messi sendiri memiliki kontrak dengan Barcelona hingga musim 2021 mendatang.

Lionel Messi pun setidaknya memiliki dua peluang untuk hengkang dari tim berjuluk Blaugrana itu.

Peluang pertama adalah ketika Lionel Messi ditawar oleh rival abadi Barcelona yaitu Real Madrid kala itu.

Real Madrid diberitakan sempat menawar Messi dengan nominal fantastis yaitu 212 juta pounds atau sekitar Rp 3,2 triliun pada tahun 2015 lalu.

Akan tetapi, Messi menolak tawaran dari Real Madrid tersebut dan memilih untuk tidak mengkhianati Barcelona.

Padahal, kala itu, Messi bisa jadi diproyeksikan akan bertandem dengan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema di Real Madrid.

Kabar soal tawaran Real Madrid ini disampaikan oleh jurnalis asal Spanyol, Javier Gomez Matallanas.

Kemudian, Messi kembali mendapat peluang untuk meninggalkan klub yang bermarkas di Camp Nou itu.

Peluang kedua Messi hengkang datang dari Manchester City yang datang dengan tawaran yang cukup sulit ditolak.

Manchester City yang baru mengangkat pelatih baru, Pep Guardiola, langsung bicara dengan Messi soal reuni di tim berjuluk The Citizen itu.

Manchester City pun dikabarkan sudah menawarkan gaji tiga kali lipat untuk Messi sebagai strategi pemikatnya.

Namun, Messi tetap tak ingin beranjak dari tim yang sudah dia bela sejak umur 16 tahun itu.

“Kami meminta Guardiola untuk bicara kepada Messi. Kami menawarkan gaji tiga kali lipat, tetapi dia tak pernah menerimanya,” kata Presiden City yakni Khaldoon al Mubarak.

Hingga kini Messi masih berseragam Barcelona dan masih menantikan momen debutnya di timnya untuk musim kompetisi 2019/2020.

Hal tersebut dikarenakan saat ini Messi sedang mengalami cedera betis yang membuat dirinya tak mungkin bermain.

Messi pun masih belum bermain di La Liga pada musim kompetisi 2019/2020 ini.